ANIMALLS

penyakit meerkat

HATI HATI! INI DIA PENYAKIT MEERKAT LENGKAP DENGAN CARA MENCEGAHNYA

Hi Animalls Lovers!

Kalau kamu pernah lihat meerkat berdiri tegak sambil ngawasin sekitar, kamu pasti sadar satu hal: hewan kecil ini lincah, cerdas, dan punya energi yang nggak ada habisnya. Tapi di balik kelucuan mereka, ada sisi serius yang perlu kamu pahami sebelum (atau saat) memeliharanya yaitu penyakit meerkat yang mengintai: meerkat itu rentan terhadap beberapa penyakit khusus yang sering muncul karena stres, pola makan nggak tepat, dan lingkungan yang kurang higienis.

Nah, artikel ini bakal ngebahas penyakit meerkat paling umum, tanda-tandanya, cara pencegahan, dan kapan harus panik. Semua disusun pakai gaya Animalls yang santai, informatif, dan cocok buat kamu yang baru explore dunia hewan eksotis.

Jenis Penyakit Meerkat yang Paling Sering Muncul

penyakit meerkat
image: commons.wikimedia.org

1. Gastrointestinal Infection (Masalah Pencernaan)

Ini penyakit paling sering di meerkat, terutama kalau pola makan mereka acak-acakan.

Penyebab umum:

  • Kebersihan kandang kurang terjaga

  • Makan makanan manusia (fatal banget!)

  • Minum dari air yang kotor

  • Stres atau perubahan lingkungan

Gejala yang harus kamu waspadai:

  • Mencret atau pup cair

  • Hilang nafsu makan

  • Perut kembung

  • Meerkat jadi pasif, banyak tidur

Risiko: Bisa cepat bikin dehidrasi → fatal kalau telat ditangani.

2. Parasit Internal & Eksternal

Meerkat bisa kena worms (cacing), mites, ticks, sampai fleas. Ini sering terjadi kalau meerkat sering dijemur di luar tanpa perlindungan atau kontak sama hewan lain.

Tanda-tandanya:

  • Bulu rontok atau kusam

  • Meerkat sering garuk-garuk

  • Berat badan turun

  • Pup ada cacingnya (kalau udah parah)

Note: Meerkat punya kebiasaan grooming kelompok, jadi kalau satu kena, biasanya langsung nular.

3. Respiratory Infection (Infeksi Pernapasan)

Meerkat sangat sensitif terhadap debu, perubahan suhu mendadak, dan ventilasi buruk.

Gejalanya:

  • Bersin-bersin

  • Hidung berair

  • Nafas cepat atau berbunyi

  • Meerkat keliatan ngos-ngosan

Kalau meerkat kamu mulai “mendekur” kayak pilek – itu tanda awal.

4. Metabolic Bone Disease (MBD)

Sering muncul kalau meerkat dipelihara pakai menu yang salah – biasanya kurang kalsium atau vitamin D3.

Pemicunya:

  • Makan ayam doang (ini kebiasaan fatal pemula)

  • Jarang dijemur

  • Tidak diberi suplemen reptile calcium (yang aman untuk small mammals)

Gejala:

  • Tulang bengkok

  • Lemah saat berdiri

  • Jalan pincang

  • Sering jatuh

5. Stress Disorder (Gangguan Akibat Stres)

Meerkat bukan hewan soliter. Kalau dipelihara sendirian, kecil, atau terlalu sering dipindah tempat → mereka jadi stres berat.

Tanda-tandanya:

  • Suka menggigit

  • Bunyi “chirping” panik

  • Gali tanpa henti

  • Hilang selera makan

  • Overgrooming (bulu jadi botak)

Ini yang paling sering diremehkan padahal efeknya ke kesehatan besar banget.

Penyebab Umum Penyakit Meerkat yang Sering Diremehkan

penyakit meerkat
image: pickpik.com

1. Salah Makanan

Meerkat bukan kucing, bukan anjing, bukan hamster. Pola makan mereka kompleks: protein tinggi + serangga + vitamin + sedikit buah.
Kalau kamu kasih makanan sembarangan → pencernaan langsung kena.

2. Kandang yang Tidak Simulasi Habitat

Meerkat butuh:

  • Area gali

  • Tempat sembunyi

  • Ventilasi bagus

  • Cahaya cukup

Kurang salah satu aja → imun mereka turun.

3. Minim Sosialisasi atau Over-handling

Meerkat itu sosial, tapi juga sensitif. Kalau kamu genit ingin sering nyuapin, gendong, peluk – mereka bisa stres.

4. Tidak Rutin Medical Check Up

Walau kecil dan lucu, meerkat tetap butuh pemeriksaan berkala, terutama pemeriksaan feses untuk cek parasit.

Cara Mencegah Penyakit Meerkat Supaya Tetap Sehat & Aktif

1. Berikan Pola Makan yang Tepat

  • Serangga hidup (mealworm, cricket)

  • Daging ayam rebus tanpa bumbu

  • Suplemen kalsium

  • Vitamin D3

  • Buah secukupnya

Kalau bingung, kamu bisa lihat panduan lengkap di artikel Animalls tentang makanan meerkat (soft hook 👉 akan aku buatkan kalau kamu mau).

2. Jaga Kebersihan Kandang

Minimal:

  • Ganti alas setiap hari

  • Bersihkan area makan

  • Ganti air 2x sehari

  • Sediakan pasir bersih untuk gali-gali

3. Hindari Suhu yang Ekstrem

Meerkat sensitif kalau kepanasan atau kedinginan.
Range terbaik: 25°C – 30°C.

4. Sediakan Enrichment

Biar tidak stres, kasih:

  • Tunnel

  • Tempat berlindung

  • Area sand bath

  • Puzzle feeder

5. Periksa Rutin ke Dokter Hewan

Jangan tunggu ada gejala baru panik. Medical check up itu lebih murah daripada biaya rawat inap.

Kapan Harus Bawa Meerkat ke Dokter Hewan?

penyakit meerkat
image: pickpik.com

1. Nafsu makan hilang > 24 jam

Meerkat sehat itu rakus. Kalau tiba-tiba mogok makan → itu sinyal merah.

2. Pup berubah drastis

Cair, berdarah, atau berbau sangat tajam.

3. Lemah dan tidak mau berdiri tegak

Ini bisa indikasi MBD atau masalah organ dalam.

4. Nafas cepat, grok-grok, atau mulut terbuka

Infeksi pernapasan bisa cepat parah.

5. Bulu rontok parah

Biasanya terkait parasit atau stres ekstrem.

Penting! Meerkat Tidak Bisa Dipelihara Sembarangan

Salah satu kesalahan pemilik pemula adalah menganggap meerkat sama kayak sugar glider atau musang.
Padahal meerkat butuh:

  • Pengawasan

  • Pengetahuan dasar medis

  • Lingkungan yang stabil

  • Diet yang tepat

Kalau benar dirawat, mereka bisa jadi hewan eksotis yang sangat loyal dan playful.

Butuh Bantuan Merawat Meerkat? Animalls Siap Bantu

Animalls menyediakan:

  • Konsultasi perawatan meerkat

  • Pet hotel untuk hewan eksotis yang aman & terawasi

  • Pengecekan kesehatan dasar

  • Panduan makanan & kandang

  • Akses katalog hewan eksotis (termasuk meerkat legal & sehat)

Kalau kamu mau baca artikel lanjutan, kamu bisa cek:

Semoga bermanfaat dan selalu ikuti terus artikel kami agar tidak ketinggalan info menarik seputar hewan eksotis.

Scroll to Top

Artic Fox

Care Sheet

Racoon

Care Sheet

Capybara

Care Sheet