Hi Animalls Lovers!
Hewan eksotis nokturnal dan diurnal punya perbedaan mendasar yang sering disepelekan oleh calon pemilik. Padahal, memahami apakah hewan aktif di malam atau siang hari adalah kunci utama agar hewan tidak stres, sakit, atau mengalami gangguan perilaku. Banyak kasus kegagalan memelihara hewan eksotis bukan karena kandang atau makanan, tapi karena pola hidupnya tidak dihormati.
Dalam dunia hewan eksotis, perbedaan nokturnal dan diurnal bukan sekadar jam aktif, melainkan menyangkut ritme biologis, circadian rhythm, cara berburu, berinteraksi, hingga cara beradaptasi dengan manusia. Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan hewan eksotis nokturnal dan diurnal, dilengkapi contoh, karakter, serta implikasinya dalam perawatan.
Apa Itu Hewan Eksotis Nokturnal dan Diurnal?
1. Hewan Eksotis Nokturnal

Hewan eksotis nokturnal adalah hewan yang aktif di malam hari dan beristirahat saat siang. Aktivitas seperti makan, bermain, berburu, hingga interaksi sosial biasanya terjadi setelah matahari terbenam.
Ciri umum hewan nokturnal:
-
Mata besar untuk menangkap cahaya minim
-
Pendengaran dan penciuman sangat tajam
-
Lebih sensitif terhadap cahaya terang
-
Mudah stres jika dipaksa aktif di siang hari
Contoh hewan eksotis nokturnal:
-
Bush baby (Galago)
-
Sugar glider
-
Tarsius
-
Hedgehog
-
Beberapa jenis ular dan reptil
2. Hewan Eksotis Diurnal

Sebaliknya, hewan eksotis diurnal aktif di siang hari dan beristirahat di malam hari. Pola ini lebih “sinkron” dengan aktivitas manusia, sehingga sering dianggap lebih mudah dipelihara.
Ciri umum hewan diurnal:
-
Penglihatan tajam di cahaya terang
-
Aktif bermain dan makan di siang hari
-
Lebih responsif terhadap interaksi manusia
-
Tidur nyenyak saat malam
Contoh hewan eksotis diurnal:
-
Beberapa jenis burung eksotis
Perbedaan Hewan Eksotis Nokturnal dan Diurnal Secara Detail
1. Pola Aktivitas Harian
Perbedaan paling mencolok antara hewan eksotis nokturnal dan diurnal terletak pada jam aktifnya.
-
Nokturnal: aktif malam → makan, bermain, bersuara
-
Diurnal: aktif siang → eksplorasi, interaksi, sosialisasi
Memaksakan hewan nokturnal untuk aktif di siang hari dapat menyebabkan stres kronis, agresi, dan penurunan imun.
2. Struktur Mata dan Indra
Hewan nokturnal memiliki adaptasi mata khusus, seperti:
-
Retina sensitif cahaya
-
Reflektor tapetum lucidum
Sedangkan hewan diurnal mengandalkan:
-
Warna penglihatan lebih tajam
-
Fokus visual jarak jauh
Inilah alasan lampu kandang menjadi faktor krusial dalam perawatan hewan eksotis nokturnal dan diurnal.
3. Pola Makan dan Waktu Pemberian Pakan
Pola makan harus mengikuti ritme alami:
-
Hewan nokturnal → makan sore–malam
-
Hewan diurnal → makan pagi–siang
Kesalahan jadwal makan bisa mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan penyakit metabolik.
4. Karakter dan Perilaku
Secara umum:
-
Nokturnal cenderung pemalu, defensif, dan sensitif
-
Diurnal lebih ekspresif, sosial, dan eksploratif
Ini penting bagi calon pemilik yang ingin hewan interaktif atau sekadar observasi alami.
Implikasi Perawatan Hewan Eksotis Nokturnal dan Diurnal
1. Desain Kandang
Perbedaan desain kandang sangat signifikan:
-
Nokturnal:
-
Cahaya redup
-
Area sembunyi
-
Minim gangguan siang
-
-
Diurnal:
-
Pencahayaan alami
-
Area terbuka
-
Ruang eksplorasi luas
-
Kesalahan desain kandang adalah penyebab utama stres tersembunyi pada hewan eksotis.
2. Perawatan & Kebersihan
Hewan nokturnal biasanya lebih sensitif terhadap:
-
Bau menyengat
-
Perubahan lingkungan mendadak
Sedangkan hewan diurnal lebih toleran, namun tetap butuh rutinitas bersih dan stabil.
Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?

Tidak ada pilihan yang lebih baik dalam memelihara antara hewan eksotis nokturnal dan diurnal — yang ada hanyalah lebih cocok atau tidak dengan gaya hidup pemilik.
Pilih hewan nokturnal jika:
-
Aktif malam
-
Suka observasi tenang
-
Tidak butuh interaksi intens
Pilih hewan diurnal jika:
-
Aktif siang
-
Suka interaksi
-
Ingin hewan terlihat aktif setiap hari
Memahami perbedaan hewan eksotis nokturnal dan diurnal bukan sekadar pengetahuan dasar, tapi fondasi utama dalam kepemilikan yang bertanggung jawab. Kesalahan memilih jenis hewan berdasarkan jam aktif sering berujung pada stres, penyakit, bahkan kematian dini.
Dengan memahami pola hidup, karakter, dan kebutuhan biologisnya, kamu bukan hanya menjadi pemilik — tapi penjaga kesejahteraan hewan eksotis itu sendiri.
Dan ketika kamu butuh tempat aman saat bepergian, perawatan tambahan, atau lingkungan yang sudah disesuaikan dengan ritme alami hewan, layanan profesional khusus hewan eksotis akan sangat membantu (tanpa perlu memaksa hewan beradaptasi secara ekstrem). Semoga bermanfaat dan selalu ikuti terus artikel kami agar tidak ketinggalan info menarik seputar hewan eksotis.



















