ANIMALLS

hewan eksotis yang berpuasa

DAFTAR HEWAN EKSOTIS YANG BERPUASA LENGKAP DENGAN ALASAN DAN PERIODENYA

Hi Animalls Lovers!

Di alam liar, tidak semua hewan makan setiap hari. Beberapa spesies justru memiliki mekanisme alami untuk berhenti makan dalam periode tertentu. Fenomena ini bukan karena kekurangan makanan semata, tetapi merupakan bagian dari strategi bertahan hidup. Artikel ini membahas hewan eksotis yang berpuasa, alasan biologisnya, serta periode berlangsungnya puasa tersebut.

Istilah “puasa” dalam konteks satwa bukan seperti praktik keagamaan manusia, melainkan fase fasting adaptation — yaitu kondisi metabolik di mana tubuh menyesuaikan diri untuk bertahan tanpa asupan makanan dalam waktu tertentu.

Menariknya, beberapa hewan eksotis yang berpuasa justru tetap sehat dan stabil secara fisiologis selama fase tersebut.

Mengapa Hewan Bisa Berpuasa?

Secara biologis, puasa pada satwa terjadi karena beberapa faktor:

  • Adaptasi musim

  • Hibernasi atau brumasi

  • Proses reproduksi

  • Migrasi

  • Ketersediaan makanan

Dalam kondisi tertentu, tubuh hewan memasuki mode metabolic suppression untuk menghemat energi. Mari kita bahas daftar hewan eksotis yang berpuasa lengkap dengan alasan dan periodenya.

1. Ular (Snake Species)

hewan eksotis yang berpuasa
source: commons.wikimedia.org

Alasan Puasa:

Ular termasuk dalam daftar utama hewan eksotis yang berpuasa. Mereka memiliki sistem metabolisme lambat dan mampu bertahan lama tanpa makan.

Setelah mengonsumsi mangsa besar, ular bisa berhenti makan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Selain itu, saat musim dingin atau fase brumation, ular secara alami mengurangi aktivitas makan.

Periode Puasa:

  • 2–8 minggu setelah makan besar

  • 2–4 bulan saat musim dingin (tergantung spesies)

Dalam captivity, ular juga bisa berhenti makan saat stres atau menjelang pergantian kulit.

2. Iguana

hewan eksotis yang berpuasa
souce: pxhere.com

Iguana termasuk hewan eksotis yang berpuasa dalam kondisi tertentu, terutama saat perubahan musim atau stres lingkungan.

Alasan Puasa:

  • Penurunan suhu

  • Stres kandang

  • Perubahan habitat

Iguana adalah herbivora, tetapi saat kondisi lingkungan tidak ideal, mereka bisa menolak makan.

Periode Puasa:

  • 1–3 minggu

  • Lebih lama jika suhu terlalu rendah

Karena iguana bergantung pada suhu eksternal (ectothermic), metabolisme mereka sangat dipengaruhi lingkungan.

3. Landak Mini (Hedgehog)

hewan eksotis yang berpuasa
souce: pickpik.com

Landak mini juga masuk kategori hewan eksotis yang berpuasa, terutama saat memasuki fase mirip hibernasi yang disebut torpor.

Alasan Puasa:

  • Suhu rendah

  • Kekurangan stimulasi

  • Gangguan ritme biologis

Periode Puasa:

  • Beberapa hari hingga beberapa minggu

Namun dalam captivity, torpor yang tidak terkontrol bisa berbahaya. Suhu kandang harus stabil untuk mencegah kondisi ini.

4. Sugar Glider

hewan eksotis yang berpuasa
souce: flickr.com

Meskipun jarang, sugar glider dapat menunjukkan perilaku puasa saat stres berat.

Alasan Puasa:

  • Depresi sosial

  • Perubahan pasangan

  • Stres lingkungan

Sebagai hewan sosial, sugar glider sangat sensitif terhadap perubahan.

Periode Puasa:

  • 1–5 hari (biasanya singkat)

Dalam kasus ekstrem, ini perlu penanganan profesional.

5. Kura-Kura Darat

hewan eksotis yang berpuasa
souce: pexels.com

Kura-kura termasuk hewan eksotis yang berpuasa paling terkenal, terutama saat hibernasi.

Alasan Puasa:

  • Musim dingin

  • Adaptasi metabolik

Periode Puasa:

  • 2–4 bulan saat hibernasi

Selama periode ini, metabolisme turun drastis dan kebutuhan energi minimal.

6. Coati Mundi

coati mundi

Meskipun jarang total puasa panjang, coati dapat berhenti makan sementara saat stres berat. Sebagai hewan diurnal aktif, coati mundi tidak termasuk spesies yang rutin berpuasa panjang, tetapi tetap masuk kategori hewan eksotis yang berpuasa dalam kondisi tertentu.

Alasan:

  • Perubahan lingkungan

  • Adaptasi kandang baru

7. Katak Eksotis (Beberapa Spesies)

hewan eksotis yang berpuasa
souce: commons.wikimedia.org

Beberapa katak tropis dapat memasuki fase estivation saat kondisi terlalu kering.

Alasan Puasa:

  • Kekeringan ekstrem

  • Perlindungan diri

Periode Puasa:

  • Mingguan hingga bulanan tergantung kondisi lingkungan

Selama fase ini, aktivitas menurun drastis.

Apa Risiko Jika Puasa Terjadi di Captivity?

Meskipun hewan eksotis yang berpuasa melakukannya secara alami, dalam captivity hal ini harus diawasi.

Puasa alami ≠ puasa akibat penyakit.

Tanda bahaya:

  • Penurunan berat badan drastis

  • Lesu ekstrem

  • Dehidrasi

  • Perubahan warna kulit

Pemilik harus bisa membedakan antara adaptive fasting dan kondisi patologis.

Peran Suhu dan Lingkungan

Sebagian besar hewan eksotis yang berpuasa adalah hewan berdarah dingin (ectothermic). Artinya:

  • Suhu memengaruhi metabolisme

  • Cahaya memengaruhi hormon

  • Lingkungan memengaruhi nafsu makan

Pengaturan suhu yang salah adalah penyebab paling umum hilangnya nafsu makan pada reptil dan amfibi.

Apakah Puasa Selalu Sehat?

Tidak selalu.

Di alam liar, puasa adalah bagian dari siklus hidup. Namun di captivity, puasa bisa berarti:

  • Stres

  • Diet tidak sesuai

  • Lingkungan tidak stabil

Karena itu, penting memahami konteks saat menghadapi hewan eksotis yang berpuasa.

Kapan Harus Konsultasi Profesional?

Segera konsultasi jika:

  • Puasa lebih lama dari periode normal spesies

  • Berat badan turun signifikan

  • Ada gejala tambahan

Fasilitas profesional biasanya memiliki protokol observasi dan monitoring berat badan rutin.

Fenomena hewan eksotis yang berpuasa adalah bagian dari strategi adaptasi alami yang kompleks. Dari ular, kura-kura, hingga beberapa mamalia kecil, setiap spesies memiliki alasan dan periode puasa yang berbeda.

Memahami:

  • Alasan biologis

  • Durasi normal

  • Perbedaan puasa alami dan patologis

adalah kunci dalam menjaga kesehatan satwa eksotis. Jika dirawat dengan standar yang tepat dan lingkungan stabil, fase puasa pada hewan eksotis yang berpuasa bisa berjalan alami tanpa risiko.

Namun jika terjadi di luar pola normal, jangan anggap remeh. Semoga bermanfaat dan selalu ikuti terus artikel kami agar tidak ketinggalan info menarik seputar hewan eksotis.

Scroll to Top

Artic Fox

Care Sheet

Racoon

Care Sheet

Capybara

Care Sheet