Hi Animalls Lovers!
Banyak orang tertarik memelihara coati mundi karena tampilannya yang unik dan sifatnya yang aktif. Namun sebelum membahas kandang atau interaksi sosial, satu hal yang paling krusial adalah makanan coati mundi. Kesalahan dalam pola diet bisa berujung pada obesitas, gangguan metabolik, bahkan agresivitas akibat ketidakseimbangan nutrisi.
Sebagai bagian dari keluarga Procyonidae, coati mundi adalah hewan omnivora oportunistik. Artinya, makanan coati mundi di alam liar sangat beragam dan bergantung pada musim serta ketersediaan sumber daya. Memahami pola makan alaminya adalah fondasi utama dalam menentukan diet yang tepat di captivity.
Makanan Coati Mundi di Alam Liar

Untuk memahami standar pemberian pakan yang benar, kita harus melihat dulu bagaimana makanan coati mundi di habitat aslinya.
1. Buah-Buahan Musiman
Di hutan tropis Amerika Tengah dan Selatan, coati sering mengonsumsi:
-
Buah ara
-
Buah beri liar
-
Buah jatuh dari kanopi
-
Mangga liar (di beberapa wilayah)
Buah menjadi sumber karbohidrat alami dan serat. Namun perlu dicatat, konsumsi buah di alam liar terjadi secara musiman dan tidak berlebihan.
2. Serangga dan Invertebrata
Bagian penting dari makanan coati mundi adalah:
-
Larva
-
Belalang
-
Kumbang
-
Cacing tanah
Protein dari serangga membantu pertumbuhan otot dan menjaga energi harian. Inilah alasan kenapa coati mundi sering terlihat mengendus tanah — mereka sedang mencari sumber protein kecil yang tersembunyi.
3. Telur dan Hewan Kecil
Coati juga memakan:
-
Telur burung
-
Anak reptil
-
Tikus kecil
Sebagai omnivora, fleksibilitas diet ini membuat makanan coati mundi sangat adaptif terhadap kondisi lingkungan.
Pola Makanan Coati Mundi di Captivity

Masalah mulai muncul ketika pola alami ini tidak direplikasi dengan benar. Banyak pemilik pemula hanya memberi buah manis atau pakan sembarangan.
Padahal, standar makanan coati mundi di captivity harus memenuhi tiga komponen utama:
-
Protein seimbang
-
Serat cukup
-
Lemak terkontrol
Komposisi Ideal Harian
Sebagai gambaran umum:
-
40% protein (telur rebus, daging tanpa lemak, serangga budidaya)
-
30% buah rendah gula
-
20% sayuran
-
10% tambahan nutrisi / suplemen khusus
Perlu ditegaskan bahwa makanan coati mundi tidak boleh terlalu tinggi gula. Buah seperti anggur, pisang berlebihan, atau makanan olahan manusia dapat menyebabkan gangguan pankreas.
Makanan yang Tidak Boleh Diberikan
Kesalahan paling umum dalam pemberian makanan coati mundi adalah memperlakukannya seperti rakun domestik atau bahkan anjing.
Beberapa yang harus dihindari:
-
Makanan manis olahan
-
Cokelat
-
Makanan tinggi garam
-
Gorengan
-
Makanan berbumbu
Sistem metabolisme coati berbeda. Diet tidak seimbang dapat memicu:
-
Obesitas
-
Diabetes
-
Perilaku agresif akibat lonjakan energi
Perbedaan Kebutuhan Nutrisi Coati Muda dan Dewasa

1. Coati Muda
Anak coati membutuhkan:
-
Protein lebih tinggi
-
Kalsium cukup
-
Porsi lebih sering
Pada fase pertumbuhan, makanan coati mundi harus mendukung pembentukan tulang dan otot.
2. Coati Dewasa
Untuk coati dewasa:
-
Kontrol kalori lebih ketat
-
Porsi stabil
-
Variasi tetap diperlukan
Jika terlalu banyak buah, coati dewasa bisa mengalami kelebihan berat badan. Karena sifatnya aktif, pola diet harus mendukung mobilitasnya.
Pentingnya Enrichment dalam Pemberian Makan
Di alam liar, coati tidak makan dari mangkuk. Mereka mencari, menggali, dan memanjat untuk mendapatkan makanan.
Di captivity, konsep ini disebut feeding enrichment.
Beberapa metode yang direkomendasikan:
-
Menyembunyikan makanan di dalam kotak kayu
-
Menggantung potongan buah di area tinggi
-
Menggunakan puzzle feeder
Metode ini menjaga mental coati tetap aktif. Tanpa enrichment, makanan coati mundi hanya menjadi rutinitas pasif yang bisa memicu kebosanan.
Frekuensi Pemberian Makanan
Idealnya, makanan coati mundi diberikan:
-
2–3 kali sehari
-
Porsi kecil namun seimbang
-
Tidak ditinggalkan semalaman
Coati aktif di siang hari (diurnal), sehingga pemberian pakan utama sebaiknya pagi dan sore.
Risiko Diet yang Tidak Seimbang
Diet yang salah bukan hanya soal berat badan.
Beberapa risiko serius akibat kesalahan makanan coati mundi:
-
Gangguan hati
-
Masalah gigi
-
Penurunan sistem imun
-
Stres perilaku
Coati yang kekurangan stimulasi dan nutrisi tepat dapat menunjukkan perilaku destruktif seperti menggigit kandang atau menyerang objek sekitar.
Standar Profesional dalam Penyediaan Makanan Coati Mundi
Fasilitas hewan eksotis profesional biasanya memiliki:
-
Jadwal diet terukur
-
Monitoring berat badan rutin
-
Konsultasi dokter hewan khusus satwa eksotis
Pendekatan profesional memastikan makanan coati mundi tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menjaga keseimbangan nutrisi jangka panjang.
Apakah Coati Bisa Diberi Pakan Kucing atau Anjing?
Pertanyaan ini sering muncul.
Jawabannya: tidak disarankan sebagai diet utama.
Pakan kucing memang tinggi protein, tetapi komposisinya tidak dirancang untuk metabolisme coati. Dalam jangka panjang, penggunaan pakan komersial non-spesifik dapat mengganggu keseimbangan makanan coati mundi.
Variasi adalah Kunci
Di alam liar, coati tidak makan menu yang sama setiap hari. Oleh karena itu, variasi tetap penting dalam menyusun makanan coati mundi di captivity.
Rotasi sumber protein dan buah rendah gula membantu menjaga:
-
Kesehatan pencernaan
-
Minat makan
-
Stabilitas nutrisi
Memahami makanan coati mundi bukan sekadar memilih bahan makanan, tetapi memahami perilaku alaminya sebagai omnivora oportunistik yang aktif dan cerdas.
Diet yang tepat harus:
-
Seimbang nutrisi
-
Rendah gula berlebih
-
Disertai enrichment
-
Disesuaikan usia dan kondisi tubuh
Jika dirawat dengan standar yang benar, coati dapat hidup sehat, aktif, dan stabil secara perilaku dalam jangka panjang.
Bagi kamu yang ingin memastikan perawatan dan penyediaan makanan coati mundi dilakukan dengan standar profesional, pastikan memilih fasilitas atau layanan yang memang berpengalaman dalam menangani hewan eksotis.
Semoga bermanfaat dan selalu ikuti terus artikel kami agar tidak ketinggalan info menarik seputar hewan eksotis.



















